Kepala BNP2TKI: Politeknik Perlu Sinergikan dengan Peluang Kerja Dunia

Semarang, BNP2TKI, Kamis (28/07) — Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan, keberadaan Politeknik diperlukan guna menyiapkan tenaga kerja Indonesia (TKI) berkualitas untuk mengisi berbagai peluang kerja di luar negeri yang terbuka luas.

“Politeknik perlu bersinergi dengan BNP2TKI,” kata Jumhur pada silaturahim dengan Forum Direktur dari 30 Politeknik Negeri se-Indonesia di Hotel Horison Semarang, Rabu (27/07) malam.

Pertemuan para Direktur Politeknik yang menghadirkan Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, ini untuk mengawali Seminar Nasional Politeknik se-Indonesia dan sekaligus dalam rangka Dies Natalis Paliteknik ke-29 yang diselenggarakan Politeknik Negeri Semarang.

Jumhur berharap, keberadaan perguruan tinggi, termasuk Politeknik, dapat menjadicenter of excellent (pusat kemajuan) dalam menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan mumpuni di bidang teknik.

Dikatakan Jumhur, lembaga-lembaga pendidikan politeknik perlu membangun komunikasi dan bersinergi dengan BNP2TKI dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan memiliki keahlian.

TKI sektor formal di luar negeri yang bekerja di berbagai bidang, seperti industri, pertambangan, dan teknik dapat diandalkan.“Banyak perusahaan di Korea dan Malaysia yang ingin terus menggunakan TKI,” kata Jumhur yang baru kembali dari kunjungan ke Korea Selatan (22-25/07) dan Malaysia (25-27/07).

Ia katakan, di Korea Selatan saat ini ada 33.000 TKI, sekitar 13.000 orang di antaranya yang sudah purna dan masih disukai parausers (pengguna) untuk tetap bekerja di sana.

Untuk ini, kata Jumhur, pihaknya menyambut baik kebijakan Pemerintah Korea yang melakukan perpanjangan kontrak kerja dari tiga tahun menjadi lima tahun.

Gaji terendah para TKI (bagi TKI yang pertama kali bekerja) di Korea saat ini sekitar Rp 8,5 juta. Bagi TKI yang sudah lama bekerja, gaji yang diterima perbulannya bisa mencapai Rp 15 juta, bahkan lebih.

Sedangkan di Malaysia, sebut Jumhur, pada saat ini ada sekitar 2,5 sampai 3 juta TKI. Kemudian 1,5 juta di antaranya yang tidak berdokumen resmi. Namun, karena TKI ini dibutuhkan oleh para users di sana, Pemerintah Malaysia kemudian melakukan upaya pemutihan terhadap para TKI itu.

Terkait permintaan TKI di luar negeri yang menjadi persoalan saat ini, kata Jumhur, adalah jumlah penyerapan TKI yang belum sebanding dengan peluang kerja yang tersedia.

Ia juga menyinggung mengenai peluang kerja TKI di New Zealand berikut dengan gaji yang cukup tinggi. Untuk kebutuhan tenaga kerja ini, para users di New Zealand memberikan peluang kursus selama setahun kepada para TKI yang kemudian dipekerjakan secara resmi. Gaji TKI di New Zealand saat ini 1.500 Dolar Amerika atau Rp 13 juta.

Jumhur menegaskan, bahwa pemerintah (melalui BNP2TKI,red.) menargetkan penempatan TKI formal sebesar 50 persen atau sebanding dengan jumlah TKI informal. Saat ini terdapat sekitar enam juta TKI di 45 negara, dan 65 persen dari jumlah itu merupakan TKI sektor informal atau Penata Laksana (pembantu) Rumah Tangga (PLRT).

“Pemerintah berusaha meningkatkan jumlah TKI formal yang berkualitas, terampil dan ahli di bidangnya,” kata Jumhur. ***(Imam Bukhori)

sumber :  BNP2TKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: